Jamur Tiram Putih Sebagai Olahan Pangan Yang Sehat Dan Enak

Jamur Tiram Putih Sebagai Olahan Pangan Yang Sehat Dan Enak

Selasa, 13 Agustus 2019, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia mengadakan kegiatan penyuluhan tentang pembuatan produk pangan fungsional dengan bahan utama berupa jamur tiram putih. Jamur tiram putih merupakan salah satu dari sekian banyak sumber daya alam desa Dayeuhmanggung yang memiliki peluang besar untuk dijadikan produk olahan pangan.

Kegiatan penyuluhan ini merupakan salah satu program kerja wajib yang diadakan selama masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai salah satu bentuk pengabdian terhadap masyarakat dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan tentang cara pengolahan jamur tiram putih menjadi olahan pangan yang sehat  dan enak. Hasil olahan jamur tiram putih ini nantinya dapat dikonsumsi sendiri oleh masyarakat desa Dayeuhmanggung dan dapat pula dijadikan sebagai peluang usaha.

Jamur tiram putih memiliki banyak manfaat bagi tubuh, diantaranya kandungan protein yang hampir sama dengan telur, kandungan serat yang baik bagi  pencernaan, serta banyak nutrisi lainnya yang bermanfaat bagi tubuh. Jamur tiram putih banyak tumbuh pada media kayu dan dapat tumbuh dan berkembang pada suhu 15oC-30 oC pada pH 5,5-7 dan pada kelembaban 80%-90%. Dinamakan sebagai jamur tiram karena bentuk jamur ini mirip seperti bentuk cangkang tiram. Umumnya jamur tiram ini digunakan sebagai sayur-sayuran.

Adapun olahan pangan yang dibuat dengan bahan utama jamur tiram putih yaitu berupa penyedap rasa jamur, kerupuk jamur, dan nugget jamur. Penyedap rasa dari jamur tiram putih ini dibuat dengan bahan tambahan yang alami dan mudah didapat seperti garam, merica, pala, serta bawang putih. Selain itu, kandungan serat pada jamur tiram putih baik bagi pencernaan sehingga cocok digunakan oleh orang yang sedang diet. Penyedap rasa dari jamur ini dapat digunakan sebagai pengganti MSG pada masakan.

Kemudian, olahan lain dari jamur tiram tersebut dibuat menjadi sebuah produk kerupuk (kerupuk jamur) dengan 3 varian rasa yang menarik yaitu jalan (original), lari (keju), dan maraton (pedas). Kerupuk ini dapat dijadikan cemilan sehat dan juga sebagai pelengkap makanan. Bahan tambahan lain yang digunakan dalam pembuatan kerupuk jamur berupa tepung terigu, tepung tapioka, penyedap rasa dan bahan tambahan lainnya yang mudah didapat.

Sedangkan Nugget yang dibuat dengan bahan utama jamur tiram putih ini memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh. Selain itu bahan tambahan lain seperti sayuran digunakan untuk menambah nutrisi yang dapat menyeimbangkan kebutuhan gizi pada anak. Nugget ini memiliki kandungan protein yang tinggi, sangat cocok digunakan sebagai cemilan atau pengganti lauk bagi anak-anak, remaja ataupun orang dewasa.

Kegiatan penyuluhan produk olahan pangan ini dihadiri oleh masyarakat desa Dayeuhmanggung, mulai dari ibu rumah tangga hingga para ketua Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT). Dari kegiatan penyuluhan ini, diharapkan masyarakat desa Dayehmanggung dapat memiliki  pengetahuan tentang cara pengolahan jamur tiram putih sebagai olahan pangan yang sehat dan enak, juga dapat dijadikan sebagai  peluang usaha yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat desa Dayeuhmanggung.

Penulis,

Viktoria bubu dan Agnes Shelviany

KKN