Ngulik Tentang Tidur Yuk…

Apa itu tidur? Mungkin di dalam pikiran kalian tidur adalah suatu kenikmatan yang paling nyaman dimana tidur bisa menghilangkan semua beban hidup yang kalian rasakan.  Yapp.. Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia yang penting karena ketika tidur tubuh akan mengalami relaksasi dan merupakan proses pemulihan tubuh. Tidur adalah suatu keadaan tidak sadar yang dialami seseorang dan dapat dibangunkan kembali dengan indra atau rangsangan yang cukup (Guyton, 1987). Tidur ditandai dengan aktivitas fisik minimal, tingkatan kesadaran menurun, terdapat perubahan-perubahan proses fisiologis tubuh, dan adanya penurunan respon terhadap rangsangan dari luar.

Secara fisiologis, tidur memiliki 5 tahapan siklus tidur yaitu tahap NREM 1, NREM 2, NREM 3, NREM 4 dan REM. Tahap NREM merupakan tahap awal tidur dimana fungsi tubuh mulai menurun secara perlahan. Tahap NREM 1 merupakan awal dari penurunan secara bertahap, mulai dari tanda-tanda vital dan metabolisme. Tahap NREM 2 merupakan tahap kemajuan relaksasi, kesadaran dan fungsi tubuh juga semakin menurun. Pada tahap NREM 3, otot-otot berada dalam keadaan relaksasi penuh. Selanjutnya Tahap NREM 4 merupakan tahapan terakhir sebelum masuk kedalam tahapan REM. Pada tahapan NREM 4 ini tanda-tanda vital semakin menurun dan kedalam tahap ini akan sulit untuk dibangunkan.setelah semua tahapan NREM selesai baru masuk kedalam tahap REM. Pada tahap ini merupakan tahap mimpi, sehingga segala seusatu yang ada dibawah alam sadar seseorang akan menjadi mimpi. Dapat digambarkan dibawah ini tahapan-tahapan tidur dalam sebuah grafik.

Pada tahapan tidur ini terkadang mengalami gangguan. Terdapat dua gangguan diantaranya gangguan primer yaitu gangguan yang tidak diketahui sebabnya dan gangguan sekunder yaitu gangguan tidur yang diakibatkan oleh gejala klinis seperti disfungsi, depresi, atau alkoholik. Ada beberapa jenis gangguan tidur yaitu insomia, hipersomnia, parasomnia, apnea dan Slep Paralysis.

Gambar 1 Tahapan tidur NREM dan REM

Sumber: Charles J. Bae dan Nancy Foldvary Scaefer, 2005

Sleep paralysis adalah ketidakmampuan tubuh mengendalikan otot dan didukung dengan halusinasi, perasaan tercekik dan sulit menggerakkan lidah. Sleep Paralysis yang lebih dikenal di masyarakat dalah tindihan. Tindihan sering dihubungkan dengan hal-hal mistis tetapi sebenarnya ada pembuktian secara ilmiah bahwa tindihan atau sleep paralysis terjadi ketika seseorang berada pada tidur paling dalam saat seluruh otot relaksasi. Akan tetapi, perubahan tahapan tidur secara mendadak akibat gangguan siklus tidur menyebabkan seseorang tersadar. Menurut Ohaeri et al (2004) sleep paralysis bersifat sementara, biasanya terjadi satu hingga beberapa menit. Sleep paralysis akan menghilang secara spontan atau dengan stimulus eksternal, biasanya cukup dengan sentuhan atau dibangunkan oleh orang lain.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya sleep paralysis diantaranya kurang tidur, kondisi mental seperti stress, tidur dengan posisi terlentang dan penyalahgunaan zat kimia. Untuk menghindari faktor-faktor terjadinya sleep paralysis ada beberapa cara untuk mengatasinya yaitu menghindari stress, pola tidur yang teratur, pengobatan medis dan jika sleep paralysis terjadi, kita dapat membuat gerakan kecil seperti menggerakkan mata dengan cepat, menggerakkan ujung jari atau kepala sekencang-kencangnya hingga seluruh tubuh dapat digerakkan.

Penulis

Agnes Shelviany

Leave a Comment