Penyuluhan TOGA di Desa Cibeureum

3009-2-1

DESA CIBEUREUM—Sabtu, 29 Septermber 2015. Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia mengadakan kegiatan Penyuluhan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Balai Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.

3009-2-2

Pelaksanaan penyuluhan TOGA termasuk dalam rangkaian kegiatan yang telah dilakukan oleh mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) STFI 2015, dengan melibatkan para Dosen STFI dari kelompok keilmuan Biologi Farmasi sebagai narasumber penyuluhan. Adapun dosen yang terlibat dalam penyuluhan TOGA kali ini, yaitu Bapak Diki Prayugo W., M.Si., Apt, Ibu Eka Septiningsih, M.Si., Apt., Ibu Sani Nurlaela, M.Si., Apt., Ibu Yessi Febriani, M.Si.,Apt., Ibu Diah Lia Aulifa, M.Si., Apt. serta 2 orang asisten laboratorium STFI yaitu Bapak Wahyu Priyo Legowo, S.Farm., Apt., dan Bapak Melvia Sundalian S.Farm., Apt.

3009-2-3

Pemateri disampaikan oleh salah satu peserta KKNM STFI, yaitu Eko Yudi Wahito yang dimoderatori oleh Sri Wahyuni. Materi penyuluhan meliputi bagaimana cara pengolahan TOGA dari mulai proses pemanenan sampai siap untuk dikonsumsi, dan praktek membuat kapsul obat dari bawang putih yang telah dikeringkan yang telah diketahui khasiatnya sebagai antihipertensi.

3009-2-4

Dokpri: Perwakilan ibu kader sedang melakukan praktek membuat kapsul bawang putih dibimbing mahasiswa KKNM

Para peserta kegiatan penyuluhan TOGA merupakan ibu-ibu kader dari 5 dusun yang ada di Desa Cibeureum, yaitu Dusun Cirawa, Dusun Neglasari. Dusun Cibeureum, Dusun Lebaksari dan Dusun Cihalimun. Antusias para peserta menjadikan kegiatan ini terasa lebih meriah, hal ini dapat terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta kepada narasumber.

3009-2-5

Desa Cibeureum sendiri merupakan desa yang mayoritas pekerjaanya sebagai petani, lokasi desa yang terdapat di pegunungan menjadikan Desa Cibeureum menjadi sentral penghasil sayur-mayur. Dengan adanya kegiatan penyuluhan TOGA diharapkan masyarakat Cibeureum dapat memanfaatkan sebagian lahannya untuk ditanam tanaman obat, juga masyarakat desa mendapatkan wawasan dan dapat mengenal jenis-jenis tanaman obat dan dapat mengolah tanaman obat dengan baik dan benar.

3009-2-6

Kedepannya, STFI akan selalu mengadakan kegiatan penyuluhan seperti ini, sesuai dengan Visi dan Misi STFI sendiri, yaitu pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan kegiatan yang dapat menjembatani STFI untuk dapat berinteraksi dan menjalin kerjasama dengan masyarakat. [ ]

Penulis : Melvia Sundalian

 

You may also like...