Fenomena Buk’Ber

Bukber alias buka bersama adalah kegiatan rutin yang booming ketika Ramadhan tiba. Tujuan diadakannya adalah sebagai ajang silaturahim, temu kangen atau reunian. Tak jarang, kamu akan mendadak sibuk dengan schedule bukber dimana-mana. Ya kan?

Menyenangkan memang… Bisa kumpul sama teman-teman lama. Mulai dari teman TK sampai teman kuliah. Kalau kamu termasuk anak yang aktif dan eksis, bisa saja kamu juga dapet undangan bukber dari temen segenk, seorganisasi, atau sekomunitas hobi yang kamu geluti. Atau mungkin kamu termasuk orang yang suka ngadain bukber?

Rasanya pasti kangen banget bisa jumpa dengan mereka yang udah lama ga kamu temui. Terkadang, mungkin kamu bakal bertanya-tanya..

Si A sibuk apa ya sekarang?”

Si B kayak apa sekarang?”

“Dia masih inget aku ga ya?”

Hayooo… Dia siapa? Gebetan? Mantan? Hmm.. Boleh aja kan ngarep mendapatkan cinta dari kasih tak sampai-mu waktu jaman masih SMP/SMA misalnya.. Atau CLBK sama mantan? Inilah kesempatanmu. Yup! Bukber adalah momentum yang pas. Tapi pernah gak sih kamu berpikir.. kalau bukber bisa bikin kamu lalai dan rugi?

Loh? Kok bisa?

Dan ini alasan kenapa bukber bisa bikin kamu rugi…

1.  Boros

Meskipun kamu tipe orang yang ngirit, dompetmu pasti mendadak jebol di bulan Ramadhan karena bukber. Gimana enggak? Sekali ikut bukber pasti habis tuh sekitar 50k. Belum lagi kalau ada bukber maraton. Saya pernah bukber maraton. Jadi, dalam satu undangan bukber, habis acara makan-makan lanjut ngopi di café, eh lanjut lagi ke karaokean. L Ludes deh isi dompet dalam sehari…jadi curhat.

2.  Ghibah alias gosip

Bagi umat Islam, ada waktu-waktu mustajab dimana do’a yang kita panjatkan tidak akan tertolak. Salah satu waktu mustajabnya do’a adalah ketika berbuka. Namun, hal ini seringkali terlewatkan karena kita keasikan ngobrol sama temen atau mulai bergosip ria. Selain kesempatan emas ini dilupakan, pahala shaum kita jadi berkurang karena ngabuburit sambil ngegosip. Kita udah capek-capek nahan lapar tapi gak dapat pahala karena gak bisa nahan mulut tuk bergosip, rugi kan? Shaum itu hakikatnya bukan hanya menahan haus dan lapar, tetapi menahan diri tuk hal-hal buruk seperti ngomongin orang.

3.  Lupa Shalat

Tak jarang setelah berbuka, kita jadi lupa untuk shalat maghrib. Padahal shalat maghrib itu waktunya sempit. Terlalu banyak alasan membela diri untuk menunda shalat maghrib.

“Duh, tanggung..makannya belum beres nih..”

“Masih asik ngobrol nih..tar aja lah, lagian jarang-jarang kita ketemu kan?”

Belum lagi kalau makan di resto, gak semua resto menyediakan mushola. Kalaupun ada, musholanya kecil banget dan bercampur antara tempat shalat cowok dan cewek. Sometimes, bikin repot dan kalau iman kita lemah, mungkin kita lebih milih mengurungkan diri untuk tidak shalat. Naudzubillah… Gak Cuma shalat maghrib, tapi isya dan tarawih kepaksa kita tunda karena acara bukber.

4.  Gangguan Mental

Pernah gak sih kalian ngerasa kalau acara bukber jadi ajang nunjukkin eksistensi diri kalau si A udah bisa beli rumah misalnya? Si B jadi direktur? Atau si C datang pakai Lamborghini? Jika kalian pernah merasakannya, mungkin kalian akan merasa jadi alien saat itu juga. Bukanlah nostalgia yang akan kamu rasakan, tetapi kamu bakal merasa asing dan mereka bukanlah mereka yang kamu kenal lagi. Semua berubah dan kamu mendadak minder. Bukber malah bikin mental kamu down dan hal itu ga baik untuk kesehatan mental kamu.

Nah..udah tahu kan ruginya kenapa? Tulisan ini bukan ingin menunjukkan bahwa bukber itu buruk. Bukber itu baik kok, dapat mempererat silaturahim antara kita dan bukan suatu yang diharamkan. Namun, jangan lupa sama kewajiban kita sebagai muslim agar selalu ingat shalat dan janganlah menyombongkan diri karena sejatinya kita hanyalah seorang Hamba-Nya.

Penulis,

Marliana

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.