Akreditasi STFI

Bandung, 16 September 2015 adalah hari yang cukup menegangkan, baik untuk para dosen dan staf Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STFI) maupun bagi para mahasiswa. Harapan masyarakat STFI untuk mendapatkan peningkatan akreditasi akan segera mencapai hasilnya, namun sebelumnya tentulah dilakukan peninjauan untuk menentukan apakah STFI sudah layak untuk menyandang akreditasi B dan hal itulah yang menjadi alasan kunjungan dua orang asesor yang merupakan utusan dari Lembaga Akreditasi Mandiri – Perguruan Tinggi (LAM-PT), yang akan melakukan penilaian selama dua hari. LAM-PT sendiri adalah badan hukum nirlaba yang di akui oleh pemerintah untuk melakukan akreditasi pada program dan/atau satuan pendidikan. Kedua asesor yang datang adalah Dr.Muhammad Da’I, M.Si, Apt. dan Prof.Dra.Indrajati Kohar, Ph.D.

3009-4--1

Dokpri1: Dosen STFI berfoto bersama dengan kedua asesor

Visitasi dilakukan dengan tujuan untuk solidasi dan verifikasi data yang terlampir. Selain itu, beberapa mahasiswa juga mendapat kesempatan untuk diwawancara oleh kedua asesor dengan maksud untuk mengetahui penilaian mahasiswa secara pribadi terhadap fasilitas kampus. Ketua Senat Mahasiswa STFI (SEMAFI), Ihsan Rahmatillah, menuturkan bahwa kelima mahasiswa yang dipilih secara acak tersebut dikumpulkan dalam ruang sidang dan diajukan beberapa pertanyaan yang mengacu pada kegiatan perkuliahan yang tidak luput dari masalah proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), instrumen penunjang praktikum, program Kuliah Kerja Nyata (KKN), program beasiswa, serta keorganisasian mahasiswa. Vindi Nur Amalia pun menambahkan bahwa pada awalnya ia merasa takut saat mengetahui ia menjadi salah satu mahasiswa yang akan diwawancara oleh kedua asesor, namun suasana dalam ruang sidang lambat laun mencair sehingga menghilangkan kegugupan para mahasiswa yang pada akhirnya menjadi jauh lebih santai saat berbincang-bincang dengan kedua asesor tersebut.

3009-4-2

Dokpri2 : Proses wawancara oleh Dr. Muhammad Da’I, M.Si, Apt., dan Prof. Dra. Indrajati Kohar, Ph.D.

Visitasi selesai pada hari Kamis, 17 September 2015, tim jurnalis SIGNA mendapatkan kesempatan untuk melakukan wawancara singkat sebelum kedua asesor meninggalkan lingkungan STFI. Melalui wawancara singkat tersebut dapat disimpulkan bahwa STFI yang sekarang telah jauh lebih baik dari yang sebelumnya, dilihat dari segi sarana dan pra-sarana, instrument yang digunakan sebagai penunjang praktikum, demikian pula dengan Sumber Daya Manusia (SDM). Dr.Muhammad Da’I, M.Si, Apt secara pribadi menyampaikan bahwa ia berharap mahasiswa STFI dapat menyerap seluruh ilmu yang diberikan selama proses pembelajaran di STFI dengan baik. Menurutnya, pihak kampus telah berusaha untuk memberikan yang terbaik guna menunjang proses KBM maupun praktikum, dimana akan bermanfaat kedepannya saat para mahasiswa memasuki dunia kerja dan dituntut untuk menginterpretasikan apa yang telah didapatkan dibangku perkuliahan.

“Belajarlah sungguh-sungguh demi masa depan kalian. Patut di ingat bahwa ilmu bukan hanya ditempa diruang kelas, namun juga dari lingkungan sekitar. Belajarlah berorganisasi dan belajarlah bersosialisasi”, demikian pesan dari Dr.Muhammad Da’I, M.Si, Apt.

3009-4-3

Dokpri3 : Dr. Muhammad Da’I, M.Si, Apt

Selain itu, Prof. Indrajati Kohar, Ph.D, Apt pun menambahkan bahwa ia berharap fasilitas yang disediakan oleh pihak STFI harus selalu bisa menunjang para mahasiswanya dan perkembangan STFI tidak hanya terhenti disini saja tetapi akan terus berkembang, terus mengevaluasi kekurangan saat ini dan dijadikan pembelajaran untuk kedepannya. Tidak lupa di akhir perbincangan beliau menitipkan sebuah pesan singkat untuk para mahasiswa STFI.

“Para mahasiswa harus semangat, pantang menyerah. Jangan lupa untuk selalu menjaga sikap dan perilaku. Kalian pasti bisa!”

3009-4-4

Dokpri4 : Prof. Indrajati Kohar, Ph. D, Apt

Perginya kedua asesor tidak berarti ketegangan pun ikut pergi, karena kita masih harus menunggu 2 minggu lamanya untuk mengetahui hasil dari usaha seluruh pihak STFI. Ketua STFI Prof. Dr. A. Hanafiah WS., Apt melalui wawancara dengan SIGNA pada tanggal 18 September 2015, menuturkan bahwa para dosen dan staf masih menunggu hasil akhir dari penilaian dan besar harapan beliau agar STFI dapat menyandang akreditasi B tahun ini. Patut diketahui bahwa dalam pelaksanaannya terdapat standar akreditasi yang harus dipenuhi. Standar akreditasi perguruan tinggi mencakup standar tentang komitmen perguruan tinggi terhadap kapasitas institusional (institutional capacity) dan komitmen terhadap efektivitas program pendidikan (educational effectiveness). Standar akreditasi perguruan tinggi dikemas dalam 7 standar akreditasi, yaitu:

  1. Standar 1: lembaga pengelola
  2. Standar 2: jaminan mutu
  3. Standar 3: mahasiswa dan lulusan
  4. Standar 4: sumber daya manusia
  5. Standar 5: program studi
  6. Standar 6: sarana dan pra sarana
  7. Standar 7: pelayanan/pengabdian masyarakat

Persiapan pihak STFI untuk menghadapi masa akreditasi tentulah tidak hanya memakan waktu yang singkat karena banyak hal yang perlu dipersiapkan dikarenakan proses penilaian berjalan dengan ketat. Bapak A.Hanafiah juga menuturkan bahwa sebenarnya penilaian terbagi atas dua, yaitu penilaian internal dan penilaian eksternal. Penilaian internal lebih ditujukan untuk pribadi para masyarakat lingkungan STFI agar selalu melakukan evaluasi diri. Sementara penilaian eksternal terdiri atas dua, yaitu penilaian oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan penilaian oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi (LAM-PT). BAN-PT akan melakukan penilaian terhadap program studi/institusi yang disampaikan beserta lampiran-lampirannya melalui pengkajian ‘di atas meja’ (desk evaluation), sementara penilaian dilapangan (visitasi) untuk solidasi dan verifikasi hasil dari desk evaluation atau penilaian ditempat kedudukan program studi dilakukan oleh LAM-PT.

Hingga saat artikel ini diterbitkan, para dosen dan staf STFI masih menungu hasil penilaian dengan penuh harapan. Namun, hal ini bukan berarti menandakan bahwa para mahasiswa nampak acuh, karena sebenarnya pertanyaan mengenai kapan dan bagaimana nasib akreditasi STFI terus dipertanyakan oleh para mahasiswa karena besar harapan agar akreditasi STFI dapat segera mengalami kenaikan dan program apoteker dapat segera dilaksanakan.

Penilaian akreditasi memang telah selesai, namun tidak berarti langkah kita untuk memajukan STFI pun berhenti sampai disini. Prof. Dr. A. Hanafiah WS., Apt secara pribadi mencoba memotivasi untuk terus mencoba melakukan yang terbaik. Beliau berpesan bagi seluruh dosen dan staf, serta mahasiswa STFI, “do the right thing and do the thing right.”

Oleh: Olivia Oktaviani Hambali

You may also like...