Sudah Baikkah Etika Saya Pada Dosen?

Bagaimana rasanya kalau ada seseorang bersikap tidak sopan dengan kalian? Bête? Kesel? Langsung pasang status? Hehehe… Yang pasti tidak nyaman, kan? Kita pasti ingin orang lain menghargai kita, tapi coba tanya pada diri sendiri apakah kita sudah menghargai orang lain? Percayalah jika kita terlebih dahulu menghargai orang lain, orang lain akan menghargai kita.

Bukan cuma mahasiswa yang suka curhat tentang dosen mereka, dosen juga suka saling curhat

tentang mahasiswa mereka. Apa sih yang dicurhatin dosen tentang mahasiswanya?

Pernah mengeluh dosen tidak membalas pesan kalian? Mau tahu kenapa?

Beberapa dosen sering terdengar curhat kalau kadang-kadang beberapa mahasiswa mengirim SMS dengan tata bahasa yang kurang atau bahkan tidak sopan. Apa yang terjadi? SMS tersebut akan dihapus dan mahasiswa tidak mendapatkan informasi apapun. Ini adalah sebuah masalah, masalah tentang bagaimana cara berkomunikasi.

Ada beberapa hal yang harus kalian pahami sebagai mahasiswa agar kehidupan perkuliahan kalian lancar jaya sampai menyandang gelar. Salah satunya adalah bagaimana bersikap sopan santun yang baik, terutama dengan dosen.

Mengapa kita harus sopan?

Sopan santun dan etika, seringkali tidak pernah tertulis di buku pegangan mata kuliah. Kelak, kalian akan punya atasan, mertua, kolega bisnis, dan sopan santun menjadi syarat mutlak berinteraksi. Kalian akan lebih banyak teman dan disukai orang.

Bagaimana cara beretika dengan dosen?

1. Say hello to your lecturers.

Walaupun kalian tidak ada kuliah dengan mereka, sapalah. Siapa pun dosennya, paling tidak tersenyumlah kalau kalian bertemu dengan mereka. Dosen kalian tidak akan meminta kalian terbungkuk-bungkuk menghormat, atau harus cium tangan setiap kali bertemu. Idealnya, kalian dulu yang menyapa/tersenyum. Kenapa? Dosen juga manusia biasa. Bukan sombong, tetapi dengan sekian banyak jumlah mahasiswa, dosen tidak mungkin menghafalkan nama plus wajah semua mahasiswa satu per satu.

2. Mahasiswa yang ramah dan santun, cenderung akan selalu diingat oleh dosen.

Minimal, dosen akan mengenali wajah kalian. Bagaimana kalian tahu kalau dosen mengenali kalian? Biasanya beliau akan tersenyum, bahkan mungkin menyapa terlebih dahulu. Tidak hanya dengan dosen, tetapi tentunya dengan siapa saja, hal ini berlaku.

3. Untuk etika berkunjung ke rumah dosen

Tanyakan kepada dosen yang bersangkutan apakah beliau bersedia ditemui di rumah.

4. Gunakan jasa ketua kelas

Gunakan jasa ketua kelas untuk berkomunikasi dengan dosen kalian kalau yang ditanyakan memang untuk kepentingan bersama. Itu akan lebih efektif dibandingkan dengan bertanya satu per satu pada dosen dengan pertanyaan yang sama. So, buat kalian ketua kelas, tugas kalian salah satunya adalah menjembatani dosen dengan rekan-rekan kalian. Kecuali, jika urusan tugas pribadi dengan dosen yang bersangkutan, hubungilah langsung tanpa perantara ketua kelas.

Bagaimana etika berkomunikasi lewat telepon atau pesan?

Untuk etika berkomunikasi lewat telepon atau pesan singkat (SMS/bbm/line/whatsapp/wechat/kakaotalk), tiap dosen punya kebijakan sendiri-sendiri. Ada dosen yang mau dan nyaman memberikan nomor HP atau akunnya pada semua mahasiswa. Ada yang sama sekali tidak mau mengangkat telpon/membalas pesan dari semua nomor yang tidak tercantum di memori HPnya. Jadi, cari tahulah dulu karakteristik masing-masing dosen.

Kenapa pesan kalian tidak dibalas?

Sebelumnya, coba perhatikan beberapa petikan sms ini :

tipe tanpa identitas :

“Bu, ibu ada di mana sekarang? Hari ini ke kampus gak bu?”

“Ibu ada di mana???? Ditunggu di kelas.”

“Ibu posisi di mana? saya sudah di kampus dari tadi.”

Apa dampaknya jika anda tidak memberitahu identitas anda? tengoklah percakapan dibawah ini:

Mhs : ”ibu, saya mau ketemu”

Dosen : ”maaf, ini siapa ya?”

Mhs : ”saya budi”

Dosen : ”budi yang mana ya?”

Mhs : ”saya budi mahasiswa ibu”

Dosen : ”oooh…., budi winarno?”

Mhs : ”bukan…, budi setiawan, mahasiswa semester 2 regular sore A”

Dosen : ”kapan mau ketemu?”

Mhs : “nanti siang bu”

Dosen : “baik, silakan datang, nanti siang saya sedang kosong”

Bayangkan, berapa banyak waktu dan pulsa terbuang hanya untuk melayani pesan seperti ini. Jika kalian hanya menuliskan maksud kalian “ibu, saya mau ketemu”, dosen kalian tentu bingung ini pesan dari siapa? tukang kredit? petugas asuransi? sales buku? kolega bisnis? atau mahasiswa?

Tipe alay :

“SoRe bu..ApA be5ok 4da kul!ah Ga’ ea?”

“Oowh gitchu ya buk…., mu u cih bingits ya buk….”

Bagi mahasiswa, tulisan 4L4y mungkin lucu dan menarik, tapi bagi dosen, tentu butuh waktu khusus untuk mencerna tulisan kalian.

Tipe memerintah :

“Bu saya … dari kelas … Boleh minta slide kuliah gak bu? Kirimin via gmail aja ya bu, kita butuh buat belajar, makasih…”

“Bu, jangan pulang dulu ya. Saya otw ke kampus.”

Tipe sok penting

“Bu, bimbingannya ndak jadi hari ini karena saya ada acara keluar. Besok saja jam 9. Trims”

“Bu, ini saya masih ngeprint, tunggu yaa…”

“Wah pagi saya nggak bisa bu, Sore aja ya bu?”

Tipe-tipe sms ini yang mungkin membuat dosen kalian bukan saja tidak membalas malah menghapus sms kalian tanpa ampun saking betenya.

Mari kita cek sama-sama, kenapa sms kalian tidak dibalas oleh dosen kalian.

1. Waktu yang kurang tepat

Dosen pasti punya banyak waktu sibuk, di antaranya saat sedang mengajar, rapat ataupun sedang membimbing. Jadi, pastikan kalian tidak mengirim pesan di saat-saat jam sibuk. atau, bisa jadi kalian terlalu pagi atau terlalu malam mengirimnya.

2. Cara atau etika kita kurang baik.

Tipe-tipe sms di atas tentunya merupakan contoh sms yang kurang baik. jika kalian mengirim sms dengan 4 tipe di atas, dan tidak dibalas maka bisa dipastikan dosen kalian sedang “empet” dengan kalian.

3. HP mati, low batt atau pulsa habis

Meskipun kalian sudah berbahasa sopan, dikirim pada saat yang tepat, tapi HP dosen lowbatt atau habis pulsa, maka sms kalian tidak akan dibalas. tapi saya yakin, jika dosen kalian baik, dan sms kalian sudah baik, setelah terisi pulsa/energy, dia akan segera membalas sms kalian.

Bagaimana mengirim pesan yang baik?

1. Dimulai dengan sapaan : assalamu’alaikum wr wb atau assalamu’alaikum (jangan disingkat : ass, mekum, askum, karena hakikatnya salam adalah doa, jadi jangan disingkat), atau selamat pagi, siang, sore.

2. Sebutkan identitas kalian : dosen kalian bukan phone book berjalan. Mereka tidak akan menyimpan semua nomor telepon mahasiswa di ponselnya. Keterbatasan memori kemungkinan bisa jadi penyebabnya. Jadi, sebaiknya kalian sebutkan identitas kalian. Misalkan : saya Adit, semester 2 reguler sore B.

3. Tuliskan keperluan kalian dengan singkat dan jelas : jangan terlalu bertele-tele, singkat tapi tetap memperhatikan kesopanan. Misalkan : hari ini saya ingin bimbingan skripsi, apakah ibu ada waktu?

4. Ucapkan maaf untuk menunjukkan kerendahan hati kalian

5. Akhiri dengan ucapan terima kasih

Misal:

“Selamat pagi bu, saya Adit, semester 8 kelas regular sore B, maaf bu, saya mau menanyakan apakah besok ibu ada waktu untuk bimbingan skripsi? terima kasih.”

Pesan tersebut tidak terlalu panjang, juga tidak terlalu pendek, tapi dosen mengetahui maksud kalian.

Semua berkomunikasi dengan dosen dapat dilakukan bila berhubungan dengan hal-hal yang biasa seperti pertanyaan tentang jadwal perkuliahan, pengumpulan tugas dan lain-lain. Kalau kalian memiliki masalah yang lebih kompleks dan serius maka temuilah jangan lewat SMS, melainkan menelpon, misalnya untuk meminta tambahan tugas, meminta UAS susulan dan hal lain yang dianggap penting, segera dan serius maka temui langsung dosen kalian.

Semoga tips ini bisa menjadi masukan bermanfaat untuk kalian para mahasiswa sehingga kehidupan perkuliahan kalian lancar jaya sampai mendapatkan gelar yang diimpikan. Selamat mencoba…

sumber :

http://tenia.dosen.st3telkom.ac.id/2014/05/16/sms-mahasiswa-sudah-saatnya-anda-tahu/

http://english.unp.ac.id/?p=673

Sumber lain

Oleh : Revika Rachmaniar

You may also like...