Webinar “Penggunaan Bahan Alam Sebagai Pengobatan Gejala dan Pencegahan COVID-19”

Pada hari Sabtu tanggal 25 Juli 2020, Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia atau yang lebih dikenal dengan SEMAFI telah melaksanakan acara Webinar yang bertemakan Penggunaan Bahan Alam sebagai Pengobatan Gejala dan Pencegahan COVID-19. Tujuan diadakannya acara ini yaitu memberi penjelasan seputar bahan alam yang bisa digunakan untuk mengobati gejala serta mencegah penyakit COVID-19  dengan cara meningkatkan imunitas tubuh manusia. Dilihat dari peserta yang mengikuti dan mengisi kuesioner acara ini, Webinar Penggunaan Bahan Alam sebagai Pengobatan Gejala dan Pencegahan COVID-19 sudah terbilang sukses diadakan bahkan melampaui indikator keberhasilan.

Acara ini dipimpin atau dimoderatori oleh saudari Avila Garibaldi dan materinya diisi oleh Ibu apt. Siti Uswatun Hasanah, M.Si. Beliau merupakan salah satu dosen Kelompok Keilmuan Biologi Farmasi di Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia. Adapun rangkaian acara yang telah dilaksanakan meliputi pembacaan tata tertib, sambutan dari Ibu Nitta Nurlitasari, S.Farm selaku perwakilan kemahasiswaan STFI, sambutan dari Gumelar Prakasa ketua SEMAFI periode 2019-2020, sambutan ketua pelaksana dari acara ini yaitu saudari Cindy Wan Yik Sin, penyampaian materi oleh Ibu apt. Siti Uswatun Hasanah, M.Si., selanjutnya sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator, dan foto Bersama.

Dari materi yang telah disampaikan oleh Ibu apt. Siti Uswatun Hasanah, M.Si. dapat disimpulkan bahwa banyak sekali manfaat dari bahan alam, salah satunya adalah untuk mencegah penularan dari penyakit COVID-19 yang saat ini sedang mewabah. Selain, itu bahan alam ini juga dapat digunakan sebagai pengobatan untuk mengobati gejala COVID-19 dengan mekanisme meningkatkan sistem imunitas tubuh, namun sperlu diingat bahwa bahan alam ini tidak dapat membunuh virus COVID-19 secara langsung. Berikut dokumentasi yang berhasil diabadikan oleh pantia dari Webinar Penggunaan Bahan Alam Sebagai Pengobatan Gejala dan Pencegahan COVID-19.

 

Penulis

Tasya Fairuz Huwaida dan Cindy Wan Yik Sin

Leave a Comment