Liburan atau Hiburan?

liburan, hiburan, signa

Liburan merupakan hal yang sangat ditunggu-tunggu setiap insan yang menghabiskan waktunya untuk sekolah atau bekerja. Bagaimana tidak, selama hampir 5 atau 6 hari dalam seminggu, waktu mereka habiskan untuk belajar atau bekerja, walaupun tidak nonstop 24 jam, tapi kau tahu bahwa tidak sedikit dari mereka belajar atau bekerja di bawah tekanan dan tuntutan. Iya kan?

Liburan sudah menjadi momen wajib untuk di nikmati, sebagian orang menggunakan waktu liburan untuk pergi ke tempat-tempat wisata, traveling, hiking¸berkemah, hang out bareng temen-temen, atau mungkin sekedar diam di rumah membaca buku, menulis, bermain gitar dan begitu banyak cara lainnya yang disesuaikan dengan selera (mood) masing-masing. Tapi tahukah? Bahwa esensi dari liburan itu sendiri adalah menghibur, karena apa coba? Karena sebenarnya liburan bukan hanya sekedar tanggal merah saja, bukan weekend semata, bukan pula free dari rutinitas, bukan!

Tapi…. tentu saja liburan adalah sesuatu yang membuatmu terhibur. Sehingga, berbahagialah yang merasa bahwa rutinitas belajar atau bekerja itu bukan tekanan dan tuntutan yang membelenggu pikiran dan perasaannya, tetapi mereka begitu kreatif mengkombinasikan rutinitasnya dengan bumbu hiburan, seperti membaca buku komedi ditengah-tengah kemelutnya tugas laporan praktikum yang beberapa kali direvisi (wah #curhat), mungkin itu tidak banyak membantu untuk menjadikan laporan yang sempurna, tapiiiiii dengan begitu kau sudah membantu pikiranmu untuk tenang dan bibirmu tertawa merekah sehingga untuk sementara waktu kau hanya tersenyum melihat kertas laporan yang teriak minta segera direvisi, tapi kau abaikan! Ha ha ha. Dan bersama waktu yang berjalan dengan bunyi jarum jamnya yang romantis, kau akan mengambil kembali lembaran laporan itu dan segera menuntaskan tugasmu dengan pengharapan akan berakhir indah di kertas transkrip nilai nanti, lalu? Oh, tentu saja kau akan tersenyum.

Jadi, orang-orang seperti itulah yang nyaris tidak membutuhkan ‘liburan’ versi orang kebanyakan (mainstream), karena mereka punya cara anti-mainstream untuk mengatasi penat dari rutinitasnya. Liburan memang perlu, tapi untuk apa jika sama sekali tidak menghibur? Hiburan harus ada, untuk menjadikanmu berhak tersenyum bahagia. Setuju?

Dirimu. Tentu saja sangat menginginkan liburan sesuai seleramu, kan? Maka, bebaskan dirimu dari apapun yang membelenggu. Dirimulah penentu liburan menjadi mengasyikan atau sebaliknya, dirimulah yang tahu cara bagaimana liburanmu menjadi penghibur bagimu.

Penulis : Sri Wahyuni

You may also like...