Ketahui Pentingnya Kesehatan Mental melalui Film “Kukira Kau Rumah”

Poster Film “Kukira Kau Rumah” sumber: bisnis.com

Film yang dibintangi oleh aktris dan aktor muda yang namanya sudah banyak memenangkan piala award ini seperti Prilly Latuconsina, Jourdy Pranata dan Shenina Cinnamon, sukses menggemparkan dunia perfilman dikarenakan dari pertama kali film ini tayang di layar lebar pada tanggal 3 Februari 2022, film dengan durasi 90 menit ini sudah sukses membuat para penonton sadar akan pentingnya kesehatan mental seseorang. Tak sedikit dari mereka yang menangis saat menonton film ini.

Film ini juga merupakan awal debutnya Umay Shahab sebagai sutradara film layar lebar, dikutip dari bisnis.com film ini membawakan alur cerita yang begitu mendalam mengenai kesadaran masyarakat kita terhadap kesehatan mental. Dalam film ini, Niskala adalah tokoh utama yang diperankan oleh Prilly dimana sosok Niskala ini dikisahkan sebagai seorang remaja yang mengidap penyakit bipolar. Sementara itu dalam film ini dikisahkan pula bahwa Niskala ini memiliki seorang crush bernama Pram yang diperankan oleh Jourdy, dimana sosok Pram ini dikisahkan sebagai sosok pemuda yang mengalami kesepian dan kesunyian dihatinya setelah kepergian sang ayah sedangkan sang ibu yang selalu memiliki kesibukan terhadap pekerjaannya.

Puncak dari film ku kira kau rumah ini yaitu saat Niskala mulai dekat dengan Pram dan selalu melakukan duet bernyanyi di kafe tempat Pram bekerja, dan duet tersebut ternyata mendapatkan apresiasi yang sangat besar dari para pengunjung kafe tersebut. Namun ayah Niskala yang mengetahui hal tersebut membuatnya sangat marah. Dan dikarenakan hal ini pun terjadi keributan antara Pram dengan ayah Niskala yang menyebabkan Pram akhirnya mengetahui penyakit yang mengidap diri kekasihnya Niskala.

Dilansir dari kompas.com dan meclub-online.com, ternyata ada beberapa fakta menarik dari film ku kira kau rumah ini.

  1. Debutnya Prilly Latuconsina menjadi seorang produser film.

Ternyata tidak hanya memerankan tokoh utama yakni Niskala, tetapi Prilly juga bekerja sebagai produser film ini. Dikarenakan ini adalah film pertama yang dia garap maka Prilly merasa berdebar sekaligus penasaran terhadap reaksi para penonton terhadap filmnya.

  • Debutnya Umay Shahab sebagai seorang sutradara film layer lebar.

Aktor yang berusia 25 tahun ini adalah sahabat Prilly, saat pertama kali menggarap  film ini Umay sempat merasakan rasa tidak percaya diri dikarenakan tanggung jawab besar yang dipegang olehnya sebagai seorang sutradara. Namun, Umay berhasil menaklukan rasa takut itu dan tetap melakukan yang terbaik sebagi seorang sutradara yang berugas dalam penggarapan sebuah film.

  • Mengangkat tema mengenai kesehatan mental.

Diceritakan Niskala yang diperankan oleh Prilly Latuconsina merupakan perempuan yang mengidap gangguan bipolar. Melalui perannya itu, Prilly ingin membuat masyarakat bias lebih peduli dengan kesehatan mental masing-masing, dikarenakan masyarakat kita banyak yang kurang peduli terhadap kesehatan mental.

  • Film “Kukira Kau Rumah” diadaptasi dari lagu.

Umay Shahab selaku sutrada mengatakan bahwa film kukira kau rumah ini diambil dari sebuah lagu yang dipopulerkan oleh Amigdala yang berjudul sama dengan film ini  yaitu “Kukira Kau Rumah”.

  • Ada adegan yang tidak terdapat dalam naskah.

Ketika proses syuting, Prilly mengatakan bahwa ada adegan yang penuh emosi yang tercipta secara spontan diluar naskah. Dan adegan tersebut adalah ketika Niskala mengalalami fase depresinya kembali.

Teruntuk teman-teman yang membaca artikel ini, aku mau menjelaskan mengenai bipolar disorder yang dialami oleh Niskala ini, dilansir dari schoology.co.id bipolar merupakan gangguan mental yang menyebabkan berubah-ubahnya suasana hati, energi, konsentrasi dan aktivitas seseorang. Bipolar ini juga dibagi menjadi 3 golongan yaitu :

  1. Golongan bipolar I

Golongan ini ditandai dengan episode manik yang berlangsung selama kurang lebih 7 hari. Dan biasanya ada kalanya seseorang merasakan depresi selama 2 minggu lebih, dan apabila kondisi semakin memburuk maka harus segera dilakukan perawatan oleh pihak rumah sakit.

  • Golongan bipolar II

Golongan ini ditandai dengan pola depresi dan hipomanik, tetapi tidak seperti episode manik yang sama dengan gangguan bipolar I

  • Gangguan Siklotimik ( Siklotimia )

Golongan ini ditandai dengan gejala hipomanik serta gejala depresi yang berlangsung selama minimal 2 tahun yang biasanya terjadi pada anak-anak usia 1 tahun hingga remaja.

Selain itu, bipolar ini tidak seperti kebanyakan penyakit kesehatan mental lainnya. Dilansir dari honestdocs.id hal ini dikarenakan bipolar disorder ini muncul bukan akibat karena satu faktor saja melainkan ada beberapa faktor yang mendasarinya yang dapat meningkatkan resiko seseorang mengalami bipolar disorder ini. Diantaranya :

  1. Struktur dan fungsi otak

Mekanisme kerja otak pada seseorang yang mengidap penyakit bipolar ini sangat berbeda dan memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan dengan para orang-orang yang sehat atau normal dan para orang-orang dengan gangguan mental lainnya. Hal ini penting untuk diketahui sebelum menentukan jenis pengobatan atau terapi apa yang tepat untuk setiap penyakit gangguan mental ini.

  • Genetik

Ada kecenderungan bahwa tidak banyak bipolar disorder ini disebabkan oleh faktor genetik. Dimana apabila ada 2 bayi kembar identik, kemungkinan salah satu bayi akan mengalami gangguan bipolar. Akan tetapi ini belum bisa menentukan apakah bayi yang satunya lagi tidak mengalami gangguan bipolar seperti saudaranya yang lain.

  • Keturunan

Seorang anak yang memiliki riwayat keluarga entah itu dari saudara kandung maupun orang tua yang mengidap gangguan bipolar ini memiliki resiko yang lebih tinggi memiliki gangguan bipolar yang sama pula.

Dari film yang disutradarai oleh Umay Shahab dan di produseri oleh Prilly Latuconsina yang berjudul “Kukira Kau Rumah” ini dapat meningkatkan kepedulian masyarakat kita terhadap kesehatan mental masing-masing dan orang disekitarnya dikarenakan jika bukan kita yang menjaga diri kita lalu siapa lagi?

Stay healthy and stay think positive.

Penulis            : Annisa Winda Azzahrah

Editor              : Muhammad Ismail Faruqi

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.